Sebagian laki-laki mentalnya akan menciut tiba-tiba ketika diajak menghadap orang tua kekasihnya. Beribu-ribu alasan bisa dibuatnya: sibuk pekerjaan, ada acara keluarga dan alasan-alasan lainnya. Apakah kamu termasuk dari mereka, golongan laki-laki takut (calon) mertua ? sepintar-pintarnya kamu menghindari, bilamana kamu sangat mencintai kekasihmu, maka pertemuan dengan orang tua kekasihmu mutlak tidak bisa dihindari. Mau tidak mau kamu kamu harus menghadap dan menemui mereka. Apa sih yang membuat kamu takut sedemikian rupa? khawatir kamu tidak dapat restu darinya atau hanya Gerogi semata? Jangan khawatir, karena saat ini kamu sedang membaca artikel yang tepat. Baca sampai selesai, maka kamu akan menjadi lelaki idaman para (calon) mertua.

Berikan Kesan Pertama Yang Baik

Berikan kesan yang baik saat Pertemuan pertama dengan orang tua pacarmu, jangan sampai timbul rasa menyesal di hati orang tua pacarmu karena sudah mengizinkan anaknya berpacaran dengan laki macam kamu.

“gimana kalo anak kita jadi nikah sama dia ya pah?”

“papah juga gak bisa bayangin mah, papah harus buat rencana agar mereka putus”

“iya pah, mamah setuju”

Mengetahui beberapa hal tentang orang tua pacarmu merupakan langkah pertama yang baik, kamu bisa bertanya langsung pada pacarmu, seperti; pekerjaanya, lahir di kota mana, hobinya apa, apa pun yang bisa membuat obrolanmu terasa nyambung.  Jika kamu dan orang tua pacarmu sama-sama menyukai sepak bola dan ternyata menyukai tim sepak bola yang sama, ini bisa menjadi topik obrolan yang tepat. Tapi, apabila sebaliknya, tim sepak bola kesukaanmu ternyata adalah musuh bubuyutan tim sepak bola kesukaanya, lebih baik hindari topik pembicaraan tentang sepak bola.

Bersalamanlah Layaknya Seorang Anak

Saat peratama kali bertemu, jabat tangan ayah dan ibunya dengan gaya yang baik. Ciumlah tangan mereka ketika berjabatan tangan sebagaimana ketika kamu berjabat tangan ayah dan ibumu, dan jangan lupa berikan senyuman terbaikmu. ini akan memberikan kesan, bahwa kamu adalah anak yang tahu sopan santun.

Menjaga Penampilan: Buat Orang Tua Kekasihmu Terpana Ketika Melihatmu Untuk Pertama Kalinya

Ingat! Yang mereka nilai pertama kali adalah penampilanmu, apa yang mereka lihat dan apa yang kamu pakai. Jika kamu adalah type laki-laki yang kurang peduli dengan penampilan, please! untuk kali ini saja perhatikan penampilanmu. Buat mereka nyaman dengan panampilanmu. Pastinya, pakailah pakaian sesuai dengan acara. Jika pertemuan kamu hanya di rumah, celana jeans dan kemeja adalah pilihan yang tepat. Tetapi, jika kamu diajak untuk pergi makan malam bersama di sebuah restaurant mewah, kamu perlu mengunakan celana kain panjang dan kemeja rapih, tambahkan jas atau blazzer agar terlihat lebih elegant dan kece.

Pastikan badanmu mengualrkan aroma wangi yang betah dicium, kalau rambutmu terlalu panjang cukurlah seperlunya, pakai pomade dan bersisirlah.

“pah, calon menantu kita ganteng ya pah?”

“iya mah, papah jadi ingat masa muda papah dulu”

Selalu Siapkan Bingkisan Untuk Mereka

Jika kamu berkunjung ke rumah orang tua pacarmu untuk pertama kalinya, harus ada bingkisan yang sudah kamu siapkan sebelumnya. Ini juga salah satu upaya kamu untuk mendapatkan restu mereka. Jika kamu bingung, bingkisan apa yang harus kamu bawa, tanyakan pacarmu apa yang orang tuanya sukai. Walaupun ini pertemuanmu yang kedua, ketiga atau keempat kalinya, tidaklah sopan jika kamu datang dengan tangan kosong. Tidak harus bingkisan mahal yang penting special, seperti martabak. Sesederhana apa pun itu, meski hanya martabak, kamu telah menunjukan perhatian untuk mereka.

Ingat bro! cinta butuh pengorbanan, tidak cukup kalau cuma mengorbankan perasaan. Bukan matre, tapi cinta memang memang butuh modal. Lagi pula, mencintai seseorang di luar hubungan darah atau berpacaran itu hanya untuk mereka yang mampu secara finansial, sudah berpenghasilan sendiri. Kalau kamu masih minta uang orang tua buat ngajak dinner atau sekedar jalan-jalan, mending sudahi saja hubunganmu, belajar lebih rajin lagi, agar tidak menyusahkan emak kelak nanti.

Jangan Ragu Untuk Menawarkan Bantuan: “Ruang Ini Biar Saya Saja yang Bersihkan Bunda”

Jika kamu diundang untuk menghadiri makan malam di rumah pacarmu, jangan malu untuk menawarkan bantuan. Seperti beres-beres meja makan atau mencuci piring setelah makan malam yang menyenangkan. Mereka pasti akan menolak, berkata bahwa mereka tidak membutuhkan bantuanmu atau mereka tidak ingin merepotkanmu. Tidak masalah, yang penting kamu sudah menunjukan bahwa kamu adalah pria sejati, pria yang dengan senang hati menawarkan diri demi mendapatkan pujaan hati.

Tunjukan Bahwa Kamu Pantas Mendapatkan Putri Kesayangan Mereka

Setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk putri kesayangannya, apalagi jika itu anak terakhir atau anak semata wayang. Tidak hanya dalam urusan jodoh saja, hampir semua hal pasti akan dipikirkannya matang-matang. Mereka ingin putri mereka berpasangan dengan laki-laki yang bisa menghormati dan memperlakukan anaknya layaknya pangeran terhadap putri kerajaan. Tunjukan pada mereka bahwa kamu adalah laki-laki yang sedang mereka cari. Semangati pacarmu ketika sedang down, selalu mendukung impiannya, serta menutup rapih-rapih kejelekan pacarmu sebagaimana kamu menutupi kejelekanmu. Jadilah pria sejati yang bisa memperlakukan seorang perempuan layaknya seorang ayah memperlakukan putrinya.

Orang tua pacarmu akan tenang ketika melepaskan putri kesayangannya dengan seorang pria yang tepat.

Jangan Memberi Kesan Pemalas

Hal yang paling tidak diinginkan orang tua adalah melihat anaknya berpacaran dengan laki-laki yang tidak memiliki ambisi atau tidak memiliki tujuan hidup. Pekerjaan belum punya, uang hidup masih dibiayai orang tua, sudah berani mengajak putri kesayangannya pacaran, macam mana kalau putrinya jadi menikah dengan laki-laki macam itu, menafkahi dirinya saja tidak bisa bagaimana menafkahi putrinya.

Jangan gunakan dalih ‘dengan menikah bisa memperluas rizki’ pintu rizki yang Tuhan berikan untukmu saja masih enggan kamu buka. Bagaimana bisa kamu membuka pintu rizki orang lain. Taubat nak

Berikan Perhatian Penuh Ketika Sedang Mengobrol

Yang terpenting untuk hal ini adalah singkirkan ponsel kamu untuk sementara. Jangan sms-an, facebook-an, atau pun hanya sekedar mencari informasi. Kalau bisa, matikan saja ponselmu jika perlu. Orang tua pacarmu pasti akan merasa terganggu jika kamu dengan seenaknya mengecek ponsel setiap lima detik sekali. Mereka merasa tidak dihargai, dan kamu akan dicap sebagai orang yang tidak tahu etika.

“mah, anak itu ko kalo diajak ngobrol lihat Hpnya terus”

“iya pah, nggak tau sopan santun. Mamah aja tadi lebih baik pergi ke dapur dari pada ngobrol sama dia”

“anak kita dalam bahaya mah”

Hindari Topik Pembicaraan Yang Dapat Memicu Perdebatan

Pastinya kamu tidak mau terjebak dalam perdebatan bersama orang tua pacarmu. Tapi, tidak menutup kemungkinan kamu bisa saja berdebat dengan mereka. Ketika topik pembicaraan sudah mengarah pada pro dan kontra. Kamu setuju dengan kepemimpinan Presiden Jokowi Dodo sedangkan orang tua pacarmu adalah simpatisan fanatik Prabowo Subianto. Sudah bisa dibayangkan apa yang akan terjadi, jika kamu tidak mau mengalah dan tetep saja kekeh dengan pendirianmu, kubur saja dalam-dalam impianmu untuk menikahi putrinya.

Kalau pun sudah terjebak dalam perdebatan dan kamu tetap ingin menikahi putrinya, usahakan untuk mengubah topik pembicaraan secara halus dan tunjukan bahwa kamu setuju dengan pemikirannya. Ingat! Yang akan kamu nikahi itu putrinya, bukan bapaknya. Jadi lebih baik mencari topik pembicaraan yang aman saja.

Bersikaplah Dengan Jujur dan Jadilah Diri Sendiri

Tidak harus sampai berbohong untuk terlihat bagus di mata orang tua pacarmu. Mereka akan lebih tenang ketika melepas putrinya dengan laki-laki yang jujur. Tidak perlu mengaku lulusan S2 padahal S1 saja drop out, tidak perlu mengaku gajimu 10 jt/bulan padahal gaji yang masuk ke rekeningmu baru 3jt/bulam. Jujur bukan berarti menceritakan semuanya hingga hal terkecil, ceritakan sesuai dengan apa yang kamu alami.

Pada akhirnya kamu adalah dirimu sendiri, tidak perlu menjadi orang lain untuk membahagiakan orang tua pacarmu. Lagipula, mereka lebih berpengalaman darimu. Tahu mana yang benar-benar dewasa dan mana yang pura-pura dewasa.

PERHATIAN! Orang tua tidak suka putrinya selalu diajak berduaan kemana-mana, mereka takut dengan hal-hal yang tidak diinginkan. Jika kamu benar-benar mencintai putrinya, pantaskan dirimu sedini mungkin, lalu menikahlah.