Resign atau mengundurkan diri dari pekerjaan bukanlah hal mudah yang bisa kamu lakoni begitu saja. Kamu akan mengalami fase ‘bokek hakiki’ jika mengundurkan diri hanya karena dorongan emosional. Contohnya, kamu tidak betah karena mempunyai rekan kerja yang comel (suka ngadu) ke atasan tentang prilakumu di kantor atau pekerjaan yang menuntumu multitalent tapi sallary tidak sesuai, sedangkan ada rekan kerjamu yang sallary-nya dua kali lipat di atasmu tapi pekerjaannya itu-itu saja, dan masih banyak faktor emosional lainnya yang membuatmu ingin segera hengkang dari kantormu.

Agar kamu tidak mengalami fase ‘bokek hakiki’ setelah resign, perhatikan 5 hal di bawah ini. Kesampingkan terlebih dahulu emosionalmu, ubah ketidaknyamananmu menjadi sebuah persiapan.

Periksalah Kondisi Keuangan. Cek Dompet, ATM dan List Para Hutangers

mengundurkan diri
cukuplah buat sehari😀

Meskipun kamu memiliki segudang alasan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan, pastikan kamu tidak sedang dalam kondisi bokek. Kamu harus memiliki tabungan sebesar setidaknya enam bulan gaji. Itu artinya, kamu harus siap-siap dari jauh hari, menyisihkan 10 – 30% dari gaji bulananmu atau kamu bisa mencari sumber keuangan lain dengan berjualan. Ingat! Seberapa lama kamu mencari pekerjaan baru selama itu kamu tidak ada pemasukan.

Carilah Pekerjaan Baru Sebelum Kamu Yakin Untuk Resign

mengundurkan diri
Bismillah yakin dapet yang lebih baik🙂

Hitung-hitung belajar kesabaran, ubahlah ketidaknyamananmu di kantor menjadi sebuah persiapan. Tunggulah hingga kamu mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik sebelum mengundurkan diri dari pekerjaan yang sekarang. Dengan cara ini, kamu tidak akan menganggur begitu lama. Jika kamu tidak bisa menunggu lebih lama lagi, berwirausaha bisa menjadi solusi alternatif sambil menunggu panggilan kerja baru.

NB: saat kamu memulai proses pengunduran diri, berhati-hatilah jangan sampai orang sekantor mengetahui rencana kamu mengundurkan diri.

Evaluasi dan Renungkan Baik-baik “kenapa Saya harus keluar?”

mengundurkan diri
keluar .. nggak … keluar … nggak ???

Pikirkan alasan kenapa kamu harus mengundurkan diri dari pekerjaan yang sekarang, apa keuntungan dan kerugian jika kamu mundur. Jika kamu keluar karena masalah gaji, lebih baik kamu menegosiasikan kenaikan gaji dengan atasanmu. Jika kamu keluar karena rekan kerja yang tidak cocok, kamu bisa meminta pindah cabang jika ada, atau pindah posisi. Bicaralah pada atasan, beri tahu ketidaknyamanan kamu pada atasan, dan beri mereka kesempatan untuk memperbaiki keadaan sebelum kamu yakin untuk mengundurkan diri.

Beri Tahu Secara Langsung Atasan Jika Kamu Ingin Mengundurkan Diri

mengundurkan diri
Bu … Saya mau resign, boleh ya😥

Sangat tidak sopan jika kamu tiba-tiba resign melalui e-mail atau sms, kamu akan meninggalkan kesan buruk jika berprilaku demikian. Temui dan bicaralah secara langsung dengan atasanmu, bahwa kamu ingin mengundurkan diri dari pekerjaan. Tanyakan, apa ada tanggung jawab yang harus kamu selesaikan sebelum kamu benar-benar keluar dan beri tahu atasanmu penyebab kamu yakin dengan keputusanmu untuk keluar. Dan ingat! Kamu harus memberi pemberitahuan resign minimal 2 minggu sebelumnya. Jangan membuat masalah dengan keluar tanpa berita, itu akan merepotkan perusahaan. Berikan mereka waktu untuk menemukan penggantimu. Tidaklah mudah bagi perusahaan dalam memilih karyawan baru, apalagi jika kamu menginggalkan posisi yang sudah lama kamu duduki. Banyak hal yang harus dipertimbangkan perusahaan.

Tinggalkan Kesan yang Baik

mengundurkan diri
Tinggalkan kesan, kalo barang pribadi ya diangkut

Saat kamu tinggal satu langkah lagi untuk resign, tetap fokus dan kerjakan tugas kantor dengan sebaik-baiknya. berleha-leha atau memanfaatkan fasilitas kantor yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya di akhir masa jabatanmu, adalah hal jelek yang bisa meruntuhkan reputasi baik di mata atasan dan rekan kerjamu. Jika kamu mau, rayakan pesta perpisahan, traktir rekan kerjamu makan di restaurant, terutama yang comel itu. Buat dia menyesal karena kelakuan buruknya orang baik sepertimu harus mengundurkan diri.

Udah yakin mau resign? Tapi nggak boleh sama pacar, putusin aja🙂 Nih, Saya kasih tipsnya.