Menurut Wikipedia, berbohong adalah jenis penipuan dalam bentuk pernyataan yang tidak benar. Sering kali berbohong digunakan untuk menjaga rahasia dan reputasi atau untuk menghindari hukuman dari suatu tindakan. Kata ‘berbohong’ mengandung nilai negatif, sehingga siapa saja yang melakukan kebohongan akan selalu dinilai negatif.

“Hmmm dasar pembohong”.

Tapi, sering kali kita mendengar ‘berbohong demi kebaikan’. seperti apa sih berbohong demi kebaikan? nah, sekarang Saya akan membahas secara detail tentang berbohong, mulai dari bahaya berbohong bagi kesehatan tubuh, berbohong dalam sudut pandang agama hingga manfaat dari berbohong itu sendiri.

Bahaya Berbohong Bagi Kesehatan Tubuh: Parahnya Lagi Dapat Memicu Kematian

bahaya berbohong
kamu itu …???

Bahaya berbohong tidak hanya menyakitkan orang yang sudah kamu bohongi, kesehatan kamu juga dapat terancam good people (kaya presenter televisi masa kini). Orang yang sering atau suka berbohong ria biasanya memiliki kesehatan yang buruk. Penulis Set Free to Live Free: Breaking Through the 7 Lies Women Tell Themselves, MD Saundra Dalton-Smith mengatakan “Sebagai permulaan, berbohong melepaskan hormon stress. Peningkatan hormon ini menyebabkan denyut jantung  dan pernapasan meningkat, pencernaan melambat, dan hipersensitif pada serat otot dan saraf”. Dampak dari berbohong tidak akan langsung terasa tapi lambat laun orang yang sering berbohong bisa terkena penyakit seperti jantung coroner, stroke, kanker, diabetes dan gagal jantung. Kenapa? Karena ketika seseorang berbohong tekanan darah dalam hati meningkat, inilah yang dapat mengancam hidup seseorang dalam jangka waktu lama. Ketika seseorang berbohong sejatinya dia sedang melawan apa yang sebenarnya harus disampaikan, dalam kondisi demikian terjadilah konflik batin yang membuat jiwa seseorang merasa tertekan.

Departemen Psikologi Universitas Ghent di Belgia telah mempublikasikan Jurnal Consciousness and Cognition pada bulan November 2010 yang menyatakan “sering berkata jujur membuat seseorang sulit berbohong, dan sering berbohong membuat seseorang lebih mudah berbohong”.

Berbohong tidak memberikan efek langsung, berbohong layaknya bom waktu, kapan dan dimana akan meledak kita tidak tahu pasti.

Dr Smith memberikan saran “daripada terjebak dalam lingkaran setan kebohongan seperti dalam film the dilemma, jalan terbaik adalah jujur secara konsisten”

Ada juga nih satu kebiasaan yang dapat memicu kematian, ih serem ya, baca makanya biar tahu🙂

Berbohong Dalam Kacamata Islam

bahaya berbohong
Jama’aaaaaaah …. Alhamdu … lillah

Dalam Islam berbohong jelas dilarang, bahkan orang yang sering atau suka berbohong masuk dalam golongan orang-orang munafik.

Dari Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu’Alaihi Wasallam bersabda: Sesungguhnya jujur itu menunjukkan kepada kebaikan, sedangkan kebaikan menuntun menuju Surga. Sungguh seseorang yang membiasakan jujur niscaya dicatat di sisi Allah sebagai orang jujur. Dan sesungguhnya dusta itu menunjukkan kepada kemungkaran, sedangkan kemungkaran menjerumuskan ke Neraka. Sungguh orang yang selalu berdusta akan dicatat sebagai pendusta .

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Tidak hanya menurut kedokteran dan perasaan, Islam juga melarang keras berbohong, karena bahaya berbohong nyata negatifnya. Selain bisa merugikan orang lain berbohong juga bisa merugikan diri sendiri. Tapi, dalam kondisi tertentu ada bohong yang diperbolehkan.

Seperti apa sih berbohong yang diperbolehkan ? Apa ada manfaatnya ?

Kapan Berbohong Diperbolehkan dan Apa Manfaatnya ?

Sekali lagi Saya ingatkan, berbohong adalah tindakan yang sangat tidak terpuji dan sangat tidak dianjurkan. Memang ada waktu dimana kita diperbolehkan berbohong tapi itu pun dengan batasan yang sangat sempit. Oke kita langsung to the point, contoh berbohong yang diperbolehkan ;

Pertama, berbohong dalam rangka mendamaikan dua saudara yang sedang bermusuhan. Misal Saya mempunyai teman kerja yang sedang bermusuhan dan kebetulan mereka berdua curhat atau berdumel ria sama Saya. Isi curhatnya, si A menjelek-jelekan si B, dan si B pun demikian. Ketika dalam kondisi seperti ini kita diperbolehkan untuk berbohong, kita ceritakan kepada si A tentang kebaikan si B sehingga si A meridhoi kesalahan si B, pun demikan.  Meskipun apa yang kita ceritakan belum pernah ada sebelumnya.

“Belum pernah aku dengar, kalimat (bohong) yang diberi keringanan untuk diucapkan manusia selain dalam 3 hal: Ketika perang, dalam rangka mendamaikan antar-sesama, dan suami berbohong kepada istrinya atau istri berbohong pada suaminya (jika untuk kebaikan).”

(HR. Muslim)

Kedua, berbohongnya seorang suami kepada istrinya atau istri kepada suaminya dalam rangka menjaga keharmonisan keluarga. Contohnya, ketika masakan sang istri terlalu asin, sebagai seorang suami yang bijak dengan maksud menyenangkan hati istrinya, sang suami tetap memakan masakan sang istri dengan senang hati dan tidak lupa untuk mengucapkan bahwa masakan istrinya adalah masakan terbaik yang pernah ada. Untuk mencegah agar kejadian ini nggak terulang untuk yang kedua kalinya, ketika istri sedang memasak maka sang suami harus ikut membantu, bisa bantuan dalam bentuk saran atau teknis.

Sekian penjelasan tentang bahaya berbohong. Semoga artikelnya bermanfaat, jika dirasa bermanfaat jangan sungkan untuk dishare dan berikan komen terbaikmu ya🙂