Manusia merupakan mahluk yang saling membutuhkan, awal kelahirannya ke bumi sudah melibatkan banyak orang, ini sudah menjadi pertanda bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri. Memiliki sahabat sudah menjadi sebuah keharusan, dengan sahabat kita bisa saling berbagi cerita, duka, tawa, ilmu, pengalaman dan pastinya kita juga akan berbagi rahasia.

Sudahkah kamu menemukan sahabat sejati?

Sahabat sejati atau sahabat yang hakiki ialah sahabat yang bersedia memperhatikanmu, menunjukanmu kepada kebaikan dan akan selalu mengajakmu kepada kebaikan. Walaupun ia sebenarnya telah mengetahui aib dan kejelekanmu, tapi ia selalu berusaha menutupi dan memperbaikinya dengan kehalusan. Sifat seperti ini, adalah sifat yang diajarkan oleh ALLAH SWT yang maha pemurah.

Sekarang lihat kembali sahabatmu. Apa ia masih mau berteman ketika ia sudah mengetahui aib dan kejelekanmu? Apa ia hanya datang ketika kamu senang dan pergi ketika kamu sedang bersedih? Atau jangan-jangan kamu sendiri adalah tipe sahabat yang hanya datang ketika senang dan ‘mantog’ –pergi ketika sedang dibutuhkan? Apa jangan-jangan kamu enggan lagi bersahabat ketika semua aib dan kejelekan sahabatmu sudah kamu ketahui?

Tiba-tiba baper😥

Jangan bersedih, selama hayat masih di kandung badan, nafas masih terasa di kerongkongan dan dentuman nadi masih kau rasakan, semuanya masih bisa kita perbaiki. Jadilah sahabat yang selalu hadir dalam setiap situasi dan kondisi, senang maupun susah. Berikut 7 hal yang akan membuat sahabatmu tersenyum lebar dan ia akan memperhitungkan kembali siapa dirimu sebenarnya.

Kamu lunasi semua hutangnya, kalau enggak sebagiannya saja

melunasi-hutang-teman
“serius lu mau bayarin hutang gue?”

Hal pertama yang hinggap di pikiranmu adalah total hutangnya? Jangan khawatir biasanya kalau sudah jatuh tempo dan sahabatmu belum mempunyai cukup uang untuk membayar, dia akan mendatangimu tanpa kamu minta. Nah, disaat itulah kamu datang bak pahlawan kesiangan, kamu lunasi hutangnya. Kalau total hutangnya lumayan besar, cukup bayar semampumu saja, meskipun sedikit, sahabatmu pasti merasa sangat tertolong. Tapi sebelum kamu membayari hutang sahabat karibmu, pastikan semua kewajibanmu sudah terpenuhi. Misal bayar SPP, bayar kos, bayar utang sendiri dSb.

Dari Abu Hurairah  bahwa Rasulullah  bersabda: “Barangsiapa yang memberi tangguh kepada orang yang kesusahan (membayar utang) atau membebaskannya, maka Allah akan menaunginya dalam naungan (Arsy)-Nya pada hari (Kiamat) yang tidak ada naungan selain naungan (Arsy)-Nya”.

Membantu orang lain yang sedang dalam kesusahan membayar hutang tidak hanya menguntungkan yang dilunasi, kamu pun dijanjikan hal yang begitu agung.

Traktir dia makan ketika tanggal tua, Sahabatmu dijamin tersenyum lebar

Ditraktir rendang di tanggal tua :)
Ditraktir rendang di tanggal tua🙂

Sahabat biasanya tak kenal malu untuk minta gratisan tapi hal seperti itu hanya dalam kondisi tertentu saja, seperti hari ulang tahun. Selainnya ia akan enggan, karena sejatinya sahabat tidak mau merepotkan. Lantas bagiamana kamu bisa mentraktir sahabatmu? Dan kenapa harus di tanggal tua? Kalau awal bulan ia mempunyai alasan untuk menolak tawaranmu.

“bro, gue aja yang bayar?”

“kagak usah bro, gue udah dapet kiriman”

Cara memulai untuk mentraktir sahabatmu di akhir bulan, pertama ajak ia makan. kalau yang ia pesan hanya nasi putih, tempe goreng, tahu dan kecap, kemungkinan besar ia sudah membuka celengannya untuk makan. Ajak kembali ia makan keesokan harinya, lalu ia jawab sedang puasa sunnah, kemungkinan pirasatmu hampir benar, ia sedang muflis –tidak punya uang. Ajak kembali keesokan harinya, lalu ia jawab masih puasa sunnah, kamu coba berpikir positif mungkin saja ia sedang mempunyai nadzar atau sedang diet OCD. Ajak kembali keesokan harinya, lalu ia jawab masih puasa sunnah. Pastikan hari itu juga kamu mentraktir ia makan, karena kamu sudah tahu kapan ia akan membatalkan puasanya. –awal bulan. Ia akan makan sambil meneteskan air mata seraya berkata “makasih bro ya”.

Ketika kamu dan sahabatmu mencintai orang yang sama, lebih baik kamu mengalah tapi kalau si’Dia’ itu sukanya sama kamu, ini lain cerita

"sportif bro ya?"
“sportif bro ya?”

Pasti ada yang pernah merasakan terjebak dalam situasi yang tidak mengenakan hati. Seperti kamu dan sahabatmu mencintai orang yang sama. Sungguh buah simalakama. Lantas apa yang harus kamu lakukan? Memperjuangkan cinta apa mempertahankan persahabatan? Ada dua alternatif cara ketika kamu dihadapkan dengan masalah seperti ini, yang pertama;

Mundur

Sebelum memilih untuk mundur kuatkan lah hatimu terlebih dahulu, mengalah bukan berarti kamu nggak laku. Pilihan mundur ketika posisi kamu dan sahabatmu masih dalam proses pendekatan, jadi diantara kalian belum ada yang resmi berpacaran. Lain cerita kalau sahabatmu mencintai pacarmu, ini harus kamu perjuangkan. Kalau perlu ajak nikah pacarmu agar sahabatmu berhenti menaruh harapan padanya.

Bermain sportif

Ini baru namanya sahabat. Kalau kamu merasa cinta dan persahabatan harus sama-sama diperjuangkan, buat kesepakatan dengan sahabatmu. Bermainlah dengan sehat dan sportif. Siapapun diantara kalian yang berhasil harus saling mengikhlaskan.

Jadilah orang pertama yang menolong sahabatmu ketika dia sedang dalam kesusahan

"Hey kamu kenapa? Cerita dong"
“Hey kamu kenapa? Cerita dong”

Point ini tidak hanya untuk sahabatmu, melainkan untuk semua orang yang kamu kenal ataupun belum kamu kenal. Perlu kamu ketahui menolong orang lain itu butuh pendorong yang kuat dan pendorong itu adalah iman. Tanpa iman kemungkinannya sangat kecil seseorang merelakan sebagian dari dirinya untuk membantu orang lain. Umumnya setiap orang selalu memikirkan dirinya sendiri.

Setiap gerakan pertolongan merupakan nilai pahala ”Siapa yang menolong  saudaranya yang lain maka Allah akan menuliskan baginya tujuh kebaikan bagi  setiap langkah yang dilakukannya” (HR. Thabrani).

Jadilah orang yang lebih dewasa ketika ada masalah, Meskipun umur kamu lebih muda dari sahabatmu

"kakak kenapa?"
“kakak kenapa?”

Tidak hanya bagi orang yang berpacaran saja memiliki masa transisi (masa dimana setiap pasangan diuji kesetiaannya), persahabatan pun akan mengalami hal yang serupa. Tidak sedikit persahabatan berakhir karena sebuah permasalahan, tidak ada perjuangan dalam mempertahankan persahabatan. Sama-sama mengedepankan ego, yang pada akhirnya semua kenangan yang pernah dilalui bersama menjadi hal yang sia-sia.

Ketika kamu berada dalam masa transisi, bersikaplah lebih dewasa. Ajak sahabatmu berbicara. Dengan sikapmu seperti ini ia akan tersenyum ikhlas di belakangmu ketika permasalahannya sudah rampung. Lalu ia akan berpikir, bahwa kamu adalah sahabat terbaik yang pernah dimilikinya.

Sahabat sejati tidak akan didapatkan secara instan, membutuhkan proses yang cukup panjang. Ada beberapa faktor yang dapat membentuk persahabatan diantaranya pemikiran yang sama, hobi yang sama dan lain sebagainya yang berjalan secara intens dengan rentan waktu yang cukup lama. Ada pepatah bijak mengatakan, setiap orang mungkin memiliki puluhan bahkan ratusan teman, namun jumlah sahabat sejati yang dimilikinya tidak pernah melebihi jumlah jari kedua tangannya. Coba hitung berapa jumlah sahabat sejatimu saat ini?

“setiap orang mungkin memiliki puluhan bahkan ratusan teman, namun jumlah sahabat sejati yang dimilikinya tidak pernah melebihi jumlah jari kedua tangannya”.