Mereka turun tidak pernah sendiri, selalu bersama-sama. Mereka turun untuk menyapa bumi agar tidak terlalu gersang. Terkadang, mereka turun tidak hanya untuk menyapa namun sekaligus membawa peringatan agar penduduk bumi bisa lebih menjaga alam yang sudah diberikan-Nya. Tapi ada sebagian penduduk bumi yang menghiraukan peringatan-Nya, alam terus dihancurkan dengan alasan modernisasi. Maka mereka turun tidak hanya untuk menyapa dan memberi peringatan. Namun, mereka turun dengan titah meluluh lantakan bumi beserta penghuninya. Mereka adalah Hujan, Sang penerima titah dari Sang Maha Kuasa.

Hujan adalah anugerah yang patut kita syukuri, bersyukur tidak hanya terpaut dalam sebuah ucapan apalagi status, bersyukur harus dibarengi dengan sebuah tindakan. Nah, apa yang biasa kamu lakukan ketika hujan turun ? mengeluh atau ngedumel di sosial media ? dari pada anugerah itu menjadi sia-sia, mending lakoni 7 kebiasaan berikut ini yang akan membuat musim hujanmu tidak sekedar basah.

Makan Bakso: Hujan-hujan Cuma Bakso yang Ngertiin

Tempat-Makan-Bakso-di-Bandung
Bakso Bandung

Siapa yang tidak tahu masakan khas Indonesia satu ini, terbuat dari campuran daging giling dan tepung tapioka, daging gilingnya bisa dari daging sapi, ayam, ikan atau udang –adalah bakso. Bakso biasa disajikan panas-panas dengan kuah bening, ini yang menjadikan bakso nikmatnya terasa dua kali lipat jika disantap saat hujan turun. Namun, kamu juga harus berhati-hati dalam mengonsumsi bakso. BPOM pernah mengeluarkan fatwa bahwa bakso merupakan salah  satu makanan yang kurang aman, karena dalam proses pembuatannya ada oknum kurang ajar yang mencampurnya dengan boraks agar terlihat lebih kenyal serta lebih awet.

jika kamu terbiasa membeli bakso di pedagang keliling. Biasakan memilih bakso yang tengah di rebus. Bakso yang dipajang di etalase pada temperatur ruangan rawan tercemar bakteri, misalnya bakteri penyebab diare atau salmonela penyebab tifus.

Makan Mie: Sediakan Stok Mie Instan Lebih Banyak Dari Biasanya

mie kuah super pedas
Mie Kuah Pedas

Jika kamu malas mencari tukang bakso ketika hujan turun, sudah lama menunggu tapi tak kunjung datang. Mie instan bisa menjadi santapan alternatif. Selain karena harganya terjangkau, mie instan juga sangat mudah didapatkan. Dimana ada warung maka dipastikan disana ada mie instan. Ketika hujan turun, menyantap mie instan bisa memberikan sensasi tersendiri. Yang berkuah pastinya, bukan mie instan goreng. Tambahkan saos atau boncabe agar terasa sensasi pedas saat menyantapnya. Beuhh maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan ?.

Minum Wedang Jahe

Wedang_jahe
Wedang Jahe

Tidak nafsu makan ketika hujan turun, minum wedang jahe pilihannya. Minuman tradisional dari Jawa Tengah dan Jawa Timur ini biasa dihidangkan panas. Kebayangkan, aroma jahenya jika diminum saat hujan turun. Cara buatnya juga gampang ko, tinggal siapkan jahe dan gula batu, agar aroma jahenya terasa, tubruk terlebih dahulu jahenya sebelum diadukan di air panas. Tapi jika kamu ingin lebih simple, wedang jahe yang sudah dikemas dalam sachet-an juga ada, bisa dibeli di warung atau minimarket tedekat.

Menyantap Gorengan yang Masih Ngepul

pisang-goreng
Gorengan Pisang

Ngepul adalah istilah bahasa sunda yang artinya ‘masih mengeluarkan asap’. Gorengan yang statusnya baru diangkat dari panci penggorengan, didiamkan sejenak, terus disantap. Menjadikan hujanmu tidak sekedar basah. Paling ngeunah atau enak gorengan pisang euy. Dimakan di pagi buta, ditemani wedang jahe atau teh, beuhhh maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?

“emang ada wan pagi-pagi buta udah hujan?”

Di Bogor apalagi Cipanas-Puncak, ketika musim hujan datang, tidak perlu menunggu siang untuk hujan turun. Matahari masih tertidur pun hujan sudah turun. Setan tidak perlu repot-repot menggoda anak Adam agar tertidur pulas hingga waktu Subuh habis, mungkin si setan malah ikut tertidur pulas bersama anak Adam. Dengan gorengan yang masih ngepul ini kamu akan rela bangun, demi menikmati gorengan pisang yang siap disantap ketika hujan turun. Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan ?

Membaca Buku

reading-books
Baca buku dulu ya

kebiasaan satu ini mungkin jarang dilakoni orang banyak, jangankan waktu hujan, waktu terang benderang pun jarang orang melakoni kegiataan ini –baca buku. Ada nikmat atau keindahan membaca buku ketika hujan, sayang, nikmat itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata apalagi tulisan, hanya mereka yang mau membaca ketika hujan yang pernah merasakannya. Bagaimana kebiasaan ini tidak bisa dipanggil sebuah kenikmatan, ketika kamu membaca buku, ada rintikan hujan yang menjadi instrumen alam, yang langsung diciptakan oleh Sang Maestro dari segala Maestro. Apalagi jika wedang jahe dan gorengan yang masih ngepul ikut menemani. Ahhh hidup ini serasa nikmat, hutang dan dosa serasa menjauh.

Nge-blog

ng-blog
Walau hujan turun, ng-blog mah tetep jalan

Bisa kamu bayangkan jika internet tanpa blogger ? hampa, serasa makan nasi tanpa lauk. Tidak ada informasi yang bisa kamu cari. Maka hargailah para blogger cukup dengan mengomentari atau membagikan postingan yang sudah kamu baca, rasa senangnya bisa ke ubun-ubun, apalagi jika yang ditulis si blogger itu bermanfaat buat kamu, si blogger akan lebih bersemangat lagi membuat artikel. Ng-blog di saat hujan turun, bisa menjadi masa-masa paling produktif, hawa dingin yang ikut turun bersamaan dengan hujan dan instrumen alam dapat membuat pikiranmu lebih jernih. 1 jam di saat tidak ada hujan kamu bisa menulis 300 – 500 kata dalam satu artikel, tapi 1 jam di saat hujan turun kamu bisa menulis 1000 – 1500 kata dalam satu artikel. Wow sungguh luar biasa bukan?

Jika sebelum ng-blog ada tukang bakso lewat, kamu bisa menikmati hujan dengan nge-bakso terlebih dahulu, kalaupun tukang bakso tidak ada, mie instan persediaanmu masih ada, nikmatilah hujan dengan semangkok mie instan. Terus bawa wedang jahe dan gorengan ke atas meja kerjamu dan selamat ng-blog. Happy blogging gan !