marketing
Strategi marketing via www.lxjovem.pt

Pemasaran atau lebih dikenal dengan istilah marketing memiliki banyak tafsiran. Nah, Marketing pada umumnya adalah kegiatan yang bisa mambantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri sangat menetukan harga barang dan jasa. Faktor terpenting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran dan konsumsi. Nah, posisi pemasaran atau marketing sendiri menjadi penghubung diantara produksi dan konsumsi.

Namun biasanya para marketer serta buku-buku akademis dan panduan marketing mengacu pada definisi AMA (The American Marketing Association) yakni,

“Marketing is an organizational function and a set of processes for creating, communicating, and delivering value to customers and for managing customer relationships in ways that benefit the organization and its stakeholders”.

Dari definisi diatas menjelaskan bahwa marketing adalah sebuah proses yang berjalan (on going), lingkungan marketing sangatlah dinamis, apa yang diinginkan pelanggan hari ini belum tentu sama dengan apa yang pelanggan inginkan esok hari.

Dalam dunia pemasaran aktifitas pertukaran adalah hal sentral. Pertukaran merupakan salah satu kegiatan pemasaran dimana seseorang berusaha menawarkan sejumlah barang atau jasa dengan sejumlan nilai keberbagai macam kelompok ataupun individu untuk memenuhi kebutuhannya.

Marketing adalah satu-satunya alasan mengapa sebuah bisnis bisa menghasilkan angka penjualan yang sangat tinggi sementara pesaingnya lebih rendah. Cukup mengenali inti permainan bernama marketing sebuah perusahaan bisa mendapatkan penjualan yang sangat optiman.

Proses marketing dimulai dari perencanaan (planning) hingga eksekusi (Implementing) misalnya, marketer membantu perancangan produk agar sesuai dengan kehendak pasar. Marketer juga memikirkan proses pendistribusian produk, agar secara efesien sampai ke tangan konsumen. Marketer juga harus mempromosikan produk. Selain itu juga marketer menetukan harga produk agar produk tersebut terserap pasar.

Namun definisi di atas kini kurang tepat lagi, internet telah mengubah cara konsumen berkomunikasi. Jaman dulu media yang selalu digunakan untuk implementasi strategi para marketer adalah Telvisi, radio, media cetak dan media luar ruangan seperti baliho contohnya. Kelemahan dari media tersebut adalah komunikasi satu arah, masyarakat terus menerus disajikan dengan iklan dan aktifitas pemasaran melalui media, nyaris suara konsumen tidak pernah terdengar. Kini marketer menghadapi media internet yang tak bisa dikendalikan, tempat dimana para konsumen bisa bersuara bebas dan saling berinteraksi.

Perilaku konsumen menggunakan internet lebih kompleks ketimbang perilaku menggunakan media tradisional. Misalnya, pengguna internet lebih interakrif, posisi mereka semakin kuat karena mampu membanding bandingkan produk via internet.

Dulu sebuah perusahaan dikatakan harus lebih consumer-oriented yaitu melihat seperti apa kebutuhan konsumennya, sekarang sudah jauh lebih dari itu, konsumen tidak hanya ikut andil dalam proses product devepoment tetapi juga dalam proses komunikasi. Peran internet menjadi sangat sentral, konsumen bisa menyuarakan pengalamannya sendiri, misal mengshare di media social. Marketing sekarang tidak lagi satu arah melainkan banyak arah.

Di media Internet suara konsumen nyaris terekam selamanya, selama website yang memuat suara-suara itu masih hidup. Seandainya 2 tahun lalu sebuah perusahaan membuat produk yang ditulis jelek oleh konsumen, lantas perusahaan tersebut melakukan perbaikan mutu, tetap saja jejak buruk itu tak terhapus meski upaya tersebut berhasil menaikan lagi citra perusahaan.

Suasana seperti ini jelas berbeda sekali sebelum adanya internet. Isu negative yang berkembang di media cetak misalnya, relative lebih mudah dilupakan konsumen karena setelah dibaca media tersebut dibuang. Di Tv dan radio relative lebih mudah lagi, tidak ada arsip dan tayangan dan siaran untuk public. Sebaliknya, di internet tak ada satupun yang dibuang, semuanya disimpan dan dapat diakses kapan pun dimanapun.

Sehebat apapun hasil perbaikan produk dan citranya, jika hasil pencarian halaman pertama dan kedua Google masih saja negative, maka kampanye negative masih berlanjut (ongoing). Mengapa demikian ? hamper 60% pengguna internet masuk ke Google untuk mencari produk. Tapi tidaklah mudah untuk berada di posisi pertama dengan keyword yang diinginkan karena sekarang sudah banyak yang bisa teknik SEO, sehingga persaingan jadi ketat. Repotnya lagi, dalam media internet cenderung anonym, sulit dibedakan antara isu dan fakta. Sehingga sangat kemungkinan beredar berita buruk yang tidak berdasar, bahkan fitnah. Di Internet memang ada berbagai jenis informasi dengan kadar kepercayaan masing-masing.

Pengertian marketing akan mengikuti perubahan perilaku manusia itu sendiri. Akhirnya AMA membuat definisi baru mengenai marketing yang dirilis januari 2008. Kini definsinya menjadi:

“Marketing is the activity, set of institutions, and processes for creating, communicating, delivering and exchanging offerings that have value for customers, clients, partners and society at large”.

Marketing tidak lagi functions melainkan activity.

Marketing tidak lagi proses untuk creating, communicating and delivering tetapi juga untuk exchanging.

Target marketing tidak hanya customers, clients dan partners melainkan masyarakat luas juga.

Sumber:

http://www.virtual.co.id/blog/internet-marketing/definisi-marketing-sudah-berubah/

http://www.virtual.co.id/blog/internet-marketing/sadarlah-wahai-para-pemasar-dan-pehumas-kini-anda-menghadapi-konsumen-dan-publik-langsung/