Doa-Tidur1kali ini saya mau berbagi ilmu yang saya dapat dari kitab karangan Habib Novel Bin Muhammad Alaydrus, yaitu tentang Adab sebelum tidur. Ternyata banyak juga amalam-amalan yang Rasulullah Saw kerjakan sebelum tidur, semoga kita bisa mengerjakan amalam-amalan tersebut, nah karena lumayan banyak semoga kita bisa mengerjakan mulai dari hal yang paling mudah (menurut masing-masing) lalu di istiqomahkan. Karena laptop saya ga bisa ngetik pake font arab jadi untuk hadistnya saya langsung tulis artinya saja, kalo komputer sudah baikan nanti artikel ini bisa diupgrade kembali.

Tidur merupakan salah satu nikmat Allah Ta’ala yang tiada terkira nilainya. Dengan tidur, meskipun sejenak akan mampu mengistirahatkan tubuh dan pikiran serta memperbarui semangat kita. Rasulullah saw telah menjadikan tidur yang sebelumnya hanya menjadi kegiatan rutin manusia sehari-hari, menjadi sebuah ibadah dan sarana manusia untuk berhubungan dengan Allah Ta’ala. Oleh karena itu, agar tidur kita bernilai ibadah, hendaknya kita tidur dengan cara-cara yang telah diajarkan oleh Rasulullah Saw. Berikut adalah beberapa adab tidur yang hendaknya kita amalkan setiap kali kita akan tidur :


1. Bermuhasabah (Introspeksi Diri) sebelum tidur

Seorang muslim sangat dianjurkan untuk bermuhasabah sesaat sebelum tidur. Memperhitungjan semua perbuatan yang telah ia lakukan sepanjang hari. Jika ia menemukan perbuatannya baik, maka hendaklah ia bersyukur kepada Allah Ta’ala, namun jika sebaliknya maka hendaknya ia segera memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.

2. Tidur dengan hari bersih

Hendaknya seseorang tidur dengan hati yang bersih, tidak menyimpan kebencian apalagi dendam kepada seorang muslim pun. Bahkan justru memaafkan semua orang yang telah berbuat buruk kepadanya. Di dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Najjar disebutkan bahwa seorang sahabat yang bernama ‘Ulbah bin Zaid, saat akan tidur memaafkan setiap orang yang berbuat salah kepadanya dengan membaca doa berikut :

“Duhai Allah sesungguhnya kusedekahkan semua kehormatanku kepada siapa pun mahlukMu yang berdosa karena mendzholimiku”

Keesokan harinya Rasulullah Saw bersabda, “Dimanakah seseorang yang menyedekahkan kehormatannya semalam ? “ maka bangkitlah ‘Ulbah bin Zaid sambil berkata. “aku, duhai Rasulullah”. Rasulullah Saw pun kemudian berkata, “sesungguhnya Allah telah menerima sedekahmu”. (HR Ibnu Najjar)

Menyedekahkan kehormatan artinya memaafkan setiap orang yang telah menodai kehormatannya, mencela, memaki, menggunjing dan lain sebagainya

3. Tidur lebih dini (menyegerakan tidur) setelah sholat Isya’

Hendaklah tidur lebih cepat agar mudah bangun sebelum waktu subuh. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Sayidah ‘Aisyah radhiyallau ‘anha berkata :

“Dahulu Rasulullah tidur lebih awal malam dan bangun pada penghujung malam, lalu beliau melakukan sholat” (HR Bukhari dan Muslim)

Rasulullah Saw juga tidak menyukai tidur sebelum sholat isya’ ataupun bergadang yang tidak bermanfaat selepas Isya’. Di dalam Sahih Bukhori disebutkan :

“Rasulullah Saw tidak menyukai tidur malam sebelum sholat Isya dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya” (HR Bukhari dan Muslim)

  1. Berwudhu dan bersiwak (menggosok gigi)

Sebelum tidur hendaklah berwudhu dan bersiwak (menggosok gigi) terlebih dahulu sebagai mana diperintahkan Rasulullah Saw dalam sabda beliau :

“Jika engkau menghampiri pembaringmu (tempat tidurmu) maka berwudulah sebagaimana wudhumu untuk sholat” (HR Bukhari dan Muslim)

5. Mengibaskan alas tidur (Sprei)

Sebelum berbaring di pembaringan hendaknya ia mengibaskan alas tidur (sprei) tiga kali, agar tidak tertinggal sesuatu yang membahayakan dirinya di tempat tidurnya tersebut.

Rasulullah Saw bersabda :

“Apabila seseorang dari kalian menghampiri pembaringannya (hendak tidur), hendaklah ia mengambil bagian dalam selimutnya kemudian mengibaskannya ke pembaringannya dan mengucapkan bismillah. Sebab ia tidak mengetahui apa yang terjadi di pembaringannya saat ia meninggalkannya” (HR Muslim)

6. Berbaring disisi kanan, menghadap kiblat sambil meletakan tangan kanan di pipi kanan

Sebagaimana diriwayatkan oleh Barra ‘bin ‘Azib. “Rasulullah ketika akan tidur, beliau berbaring di sisi tubuh bagain kanan dan meletakan telapak tangan kanan di pipi kanannya, setelah itu barulah beliau membaca doa tidur (HR Bukhori dan Muslim)

7. Mengusap anggota tubuh dengan telapak tangan

Sebelum tidur hendaknya ia mengusap seluruh anggota tubuhnya dengan kedua telapak tangannya sebagaimana yang diajarkan Rasulullah Saw. Jika ia tidak mampu mengusap tubuhnya dengan kedua telapak tangan, hendaknya ia mengusap bagian tubuh yang dapat dijangkau. Usapan itu hendaknya dimulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan.

Sayidah ‘Aisyah meriwayatkan bahwa ketika hendak tidur, Nabi Saw merapatkan kedua telapak tangannya, lalu meniupnya. Setelah itu beliau membaca (Al-Ikhkas, Al-Falaq, An-Nas), lalu mengusap seluruh anggota tubuh yang dapat ducapai telapak tangannya. Beliau berbuat demikian sebanyak tiga kali (HR Bukhari dan Muslim)

Sumber: Adab Nabi ‘Indahnya Hidup Dalam Sunnah’ oleh Ustadz Noval Bin Muhammad Alaydrus