# Para Pemimpin Berfikir Bahwa Merekalah yang Memiliki Jawaban Atas Semuanya

Beberapa anggapan menyuarakan – seorang pemimpin ideal adalah pemimpin yang memiliki kompeten yaitu pemimpin yang dinamis. Mereka mampu membuat keputusan dalam hitungan menit. Menghadapi banyak krisis secara bersamaan, dan membutuhkan satu detik untuk menyelesaikan situasi yang membuat bingung orang berhari- hari.

Gambaran di atas adalah omong kosong! Pemimpin yang sangat tajam dan desisif cenderung menyelesaikan isu sangat cepat sehingga mereka tidak memiliki kesempatan untuk melihat percabangan masalah. Lebih buruknya lagi, pemimpin dengan karakter seperti ini merasa memiliki semua jawaban, mereka tidak terbuka dengan hal – hal yang baru.

Wolfgang Schmitt adalah seorang CEO dari Rubbermaid, yang senang menunjukkan kemampuannya dalam menyelesaikan masalah sulit dalam sekejab. Sampai – sampai Schmitt mendapatkan sebutan “wolf mengetahui segalanya”. Dalam sebuah diskusi yang kompleks pun Schmitt, tidak menghiraukan pendapat atau sudut pandang orang lain. Ia hanya mengatakan bahwa “Baiklah! Ini yang harus kita lakukan!”

Ketika organisasi Anda dijalankan oleh orang – orang seperti ini, sebaiknya Anda berharap bahwa jawaban dari mereka adalah yang paling tepat. Di Rubbermaid tidak demikian. Perusahaan ini jatuh dari perusahaan yang paling dikagumi versi Fortune di tahun 1993, menjadi perusahaan yang diakusisi oleh jutawan Newell beberapa tahu kemudian.

Ingatlah pada hakikatnya kita / seorang pemimpin hanyalah seorang manusia dimana kita semua tahu manusia tidak luput dari kesalahan. Salah satu cara untuk meminimalisir kesalahan adalah mengumpulkan pendapat dan sudut pandang orang lain, dan kemudian dipertimbangkan untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Seorang pemimpin yang sudah mempunyai anggapan “Saya mengetahui semua jawaban” akan menutup sudut pandang semua orang. Yang artinya seorang pemimpin dengan karakter seperti ini tidak mau untuk mempelajari hal – hal yang baru karena ia menganggap mereka sudah mengetahuinya tanpa mempelajarinya.

Remember! Jauhkan pikiran Anda untuk menjadi seorang “super” yang mengetahui segalanya, jika Anda ingin kepemimpinan Anda bertahan lebih lama!

Sumber: Majalah Forbes