webfs
Sekolah Pengembangan Karakter Mahasiswa “Fighter School Academy #3”

Mahasiswa adalah sekelompok orang yang dikenal secara umum dari sisi intelektualnya. Lihat saja, dari nama “Mahasiswa” itu sendiri, bukan lagi dipanggil dengan sebutan siswa, melainkan maha lebih dari sekedar siswa. Karakter mahasiswa cenderung memiliki segudang ide cemerlang, semangat berkobar, ideology hebat, tenaga kuat, keberanian menyala dan pemikiran tiada batas yang membuat mereka selalu dijadikan harapan dan tumpuan kebanggaan bangsa. Sebab, dari mereka nantinya muncul berbagai aktor yang memainkan peran penting dalam sebuah perjalanan sejarah bangsa. Itulah mengapa mahasiswa yang notabenenya pemuda selalu memperoleh tempat dalam berbagai hal termasuk pemecahan permasalahan negara. Pemikiran mereka dijadikan pertimbangan dalam sebuah penentuan keputusan Negara.

Tak sedikit Indonesia memiliki mahasiswa yang cerdas luar biasa, yang menemukan ini, menciptakan itu, dan hal-hal lain. Indonesia patut bangga akan hal ini. Tetapi akan lebih membanggakan lagi jika mahasiswa tak hanya cerdas otaknya melainkan cerdas moralnya, mengerti bagaimana agamanya sebagai dasar kehidupannya, mengetahui norma-norma yang berlaku, dan nilai-nilai luhur yang di junjung tinggi dalam hidup dan kehidupannya. Tak hanya sebatas mengetahui dan mengerti, namun ia sanggup mengimplementasikannya. Beginilah seharusnya karakter mahasiswa idaman.

Apakah membentuk “Karakter Mahasiswa Idaman” adalah tugas seorang dosen? Atau tanggung jawab negara? Jawabannya bukan dosen dan bukan pula negara.

Melihat potret mahasiswa sekarang, lain halnya dengan mahasiswa jaman dulu. Mahasiswa sekarang hanya menjadikan kuliah sebagai tempat singgahan, mereka lebih mementingkan pergi ke mall dari pada mengikuti matakuliah, ini lah mahasiswa Hedonis. Meskipun Tidak secara keseluruhan, masih ada mahasiswa yang bertipe akademis dan aktifis.

Buat apa demo di jalanan siang terik hingga kulit terbakar, buat apa koar-koar memakai pengeras suara sampai suara serak. Buat apa sih kalian masih setia memikirkan perut rakyat, kalian dapat apa sih? Buat apa mengurusi permasalahan bangsa, semua kan sudah diurus oleh Negara. Sebagai mahasiswa, kuliah saja yang bener biar cepat lulus lalu bekerja di perusahaan dengan gaji yang tinggi”.

Kalimat yang sering terlontar dari mulut Mahasiswa jaman sekarang. Sebuah jaman serba canggih, praktis dan instan. Sebuah jaman dimana karakter mahasiswa menjadi pragmatis. Sebuah jaman dimana mahasiswa yang masih menjunjung tinggi idealis bahkan disebut kuno. Pertanyaan. Masih kah cocok mahasiswa berpredikat sebagai agent of change ?

Mahasiswa seakan kehilangan jati dirinya. Semakin hari, semakin jauh dari benang merah perjuangan kewajiban seluruh mahasiswa Indonesia yang terdapat pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Tentu idealnya, mahasiswa tidak melulu sibuk dengan dunia perkuliahan saja, namun bisa turun ke masyarakat melihat permasalahan dan kemudian mencari solusinya. Namun nyatanya, mahasiswa jaman sekarang tidak mengindahkan itu semua.

Melihat dari beberapa point penting yang suda dipaparkan, maka PSDM BEM Amikom menilai bahwa sudah menjadi tugas wajib bagi mahasiswa yang masih mempunyai jiwa aktifis untuk merangkul mahasiswa(biasa) lainnya, menjadikan mahasiswa yang berkarakter, yang tidak hanya mementingkan akademisnya, yang tidak hanya mementingkan dirinya namun berani untuk memikirkan masa depan bangsanya. Maka lahirlah Sekolah Pengembangan Karakter Mahasiswa “Fighter School Academy”. Dengan harapan besar mampu melahirkan para pemuda yang berani memipin bangsanya.

Sudah 3 tahun berjalannya “Fighter School Academy” atau FS dan sudah melahirkan 100 lebih calon pemimpin bangsa. Masih bergerak untuk internal kampus berharap FS kedepannya mampu mengibarkan sayapnya lebih jauh, untuk Indonesia tercinta.

Mentri PSDM BEM Amikom Yogyakarta

Kabinet Sinergis Berkarakter

TTD
Irwan Saputra