# Pemimpin Yang Terlalu Mengindetifikasi Bahwa Tidak Adanya Batasan Antara Kepentingan Perusahaan dan Kepentingan Pribadi.

Seorang pemimpin harus mempunyai komitmen kuat yang sejalan dengan visi serta misi dari perusahaaan yang ia pimpin demi kepentingan masa depan perusahaan yang ia pimpin. Namun pada kenyataannya, dari beberapa penelitian menyatakan bahwa pemimpin yang gagal sering kali memahami hal ini dengan cara yang keliru. Pemimpin sukses melihat perusahaan yang ia pimpin sebagai sesuatu yang perlu dipelihara sebaik mungkin tapi sebaliknya, pemimpin yang gagal memandang perusahaannya sebagai perpanjangan dari diri mereka sendiri atau dengan kata lain membentuk ” Kerajaan Pribadi ”.

Yang paling riskan dari seorang pemimpin adalah kecenderungan mereka untuk mengunakan uang perusahaan demi kepentingan pribadi. Seorang pemimpin atau ,CEO yang memiliki track record panjang dan memukau cenderung berpikir bahwa mereka telah menghasilkan banyak keuntungan bagi perusahaan melalui pengeluaran pribadinya yang sebenarnya tidaklah sebanding. Logika yang salah ini pernah dialami oleh Dennis Kozlowski, CEO dari perusahaan Tyco. Ia merasa bahwa pemborosan yang ia lakukan, sebanding dengan apa yang telah ia berikan untuk perusahaan.

Menjadi seorang CEO dalam sebuah perusaahaan haruslah seseorang dengan kredibilitas yang sangat tinggi karena sebagai pemegang kendali utama, seorang CEO sering memiliki asumsi yang salah mengenai kepemimpinan. Sering kali seorang pemimpin mengimplikasikan dirinya sebagai seorang “raja di negaranya sendiri” dan pemahaman yang salah itu akan sangat berbahaya jika dilakukan secara terus menerus.

Remember !! Hal terpenting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah integritas

Sumber : Forbes Magazine