Pemimpin Adalah Wakil Allah

gambar

“Amanah itu ada pada pundak seseorang, dan seseorang itu harus mampu dan dialah yang dinamakan pemimpin”

Seorang pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya. Dalam semua hal bahkan dalam konteks sekecil apapun. Setiap insan adalah pemimpin. Tidak bisa menjadi pemimpin negara atau ketua rukun tetangga setidaknya bisa menjadi pemimpin untuk keluarganya kelak. Seperti pengalaman pribadi saya, setiap traveling harus ada pemimpinnya, agar bisa dijadikan panutan, dijadikan penentu arah dan bisa bertanggung jawab atas keselamatan teman-temannya. Tapi, bukan berarti harus ada pemilihan pemimpin jalan-jalan. Ini sih lebay banget! Si pemimpin itu akan lahir dengan sendirinya. Ajaran bijak pernah mengatakan : hakikatnya pemimpin itu petunjuk atau pemberi jalan.

Seorang pemimpin harus memiliki jiwa kepemimpinan yang kompeten dan berwawasan. Dia harus pandai dalam mengatur seluruh sumber daya yang ada dalam naungan kepemimpinannya. Contoh sederhanya, dalam organisasi kemahasiswaan, seseorang yang dipilih menjadi ketuanya harus bisa memposisikan sumber daya manusia yang tepat pada porsi yang benar. Contoh kecilnya, ketika melihat seseorang yang mempunyai kemampuan dalam negosiasi maka dapat ditempatkan sebagai public realtion yang akan berurusan dengan public.

Kompetensi seorang pemimpin dapat dilihat dari track record kapasitas intelektualnya. Serta sepak terjang yang dilakukannya dalam memecahkan setiap persoalan yang timbul. Seorang pemimpin memandang sebuah konflik layaknya sebuah dinamika dalam sebuah organisasi, bukan untuk dihindari namun sebaiknya menjadikan konflik tersebut sebagai ramuan yang dinamakn situmulus sehingga akan terlihat dinamika yang terjadi. Dan itulah seni yang ada dalam organisasi, dan seorang pemimpin memahami hal itu sebagai wadah pendewasaan dalam berorganisasi.

Seorang pemimpin harus mempunyai landasan nilai dan integritas moral yang kokoh, karena dia akan menjadi qudwah atau panutan dalam setiap apa yang diucapkannya serta dalam segala tindakan yang dilakukan. Oleh karena itu, seorang pemimpin tidak hanya pandai berretorika saja, tanpa ada langkah nyata yang diwujudkan. Melainkan dia mampu memberikan contoh atau suri tauladan yang baik bagi yang dipimpinnya.

Seorang pemimpin adalah visioner, memiliki sebuah cita-cita yang tinggi dalam pandangan strategis kedepan. Mempunyai geliat mimpi yang akan menjadi sumber motivasi dalam kinerjanya. Seorang pemimpin adalah jelmaan hamba yang sangat dekat dengan Tuhan Nya. Sehingga apa yang diucapkan dan dilakukan sesuai dengan perintah Tuhan. Sejatinya pemimpin adalah wakil Tuhan di Bumi ini. Manusia diciptakan di Bumi ini sebagai khalifah atau pemimpin. Dan sebegai amanah tersebut manusia diwajibkan untuk selalu dekat dengan Tuhan Nya, untuk mengabdi dan beribadah kepada Nya. Dan seorang pemimpin memahami betul tentang hubungan vertikal yang terjalin antara manusia dengan Tuhan Nya.

Masih banyak definisi dari kata pemimpin, berikut diatas hanya sedikit pemaparan tentang pemimpin yang ideal. Salah satu point penting yang harus kita garis bawahi dari pemaparan diatas “Pemimpin adalah wakil Tuhan Nya”. Jadi digambarkan dengan jelas bahwa pemimpin memahami betul masalah Agama. Apa yang diperintahkan kepada yang dipimpinnya dan apa yang dilakukannya sesuai dengan ajaran Tuhan. Al-Qur’an dan Hadist menjadi sumber Inspirasinya, menjadi buku panduan kehidupannya.

Dalam ajaran agama Islam, sudah ada syarat-syarat menjadi pemimpin yang baik. Diantaranya :

  1. Beriman Dan Beramal Baik

Sudah menjadi sebuah keharusan seorang pemimpin itu beriman, karena dengan iman itulah kita tahu mana yang hak dan bathil. Banyak sekali pemimpin yang korupsi, fenomena ini sepertinya sudah biasa di negeri saya, sangking overload nya, masih banyak para koruptor yang belum ditangkap. Mereka para koruptor bukanlah orang bodoh, mereka adalah orang pintar, tapi karena hanya kepintaran saja yang dimiliki tanpa ada iman, uang rakyat pun ikut dimakannya. Point pertama untuk menjadi seorang pemimpin adalah beriman, selalu dekat dengan Tuhan Nya. Sudah tertulis dalam sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Dan dikuatkan dengan lagu kebangsaan Indonesia “Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya …”.

  1. Niat Mengabdi/Niat Beribadah

Ketika seorang pemimpin menerima amanah, harus dilandasi dengan niat yang Allah perintahkan. Amalan sangat bergantung dengan niatnya. Dari Amir Al – Mu’minin, Abu Hafsh Umar Bin Khattab R.A menjelaskan, bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan     sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena urusan dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya tersebut”

Maka dari itu hendaklah menjadi pemimpin semata-mata hanya untuk mencari Ridho Allah SWT.

  1. Penasehat Rakyat

Rasulullah SAW bersabda :

”Tidaklah seorang pemimpin yang memegang urusan kaum Muslimin lalu ia tidak bersungguh-sungguh dan tidak menasehati mereka, kecuali pemimpin itu tidak akan masuk surga bersama mereka (rakyatnya).”

  1. Tegas

Merupakan sikap pemimpin yang sangat diidam-idamkan rakyatnya. Tegas bukan berarti galak ataupun otoriter tapi tegas berarti berani mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah.

  1. Shidiq

Shidiq yang mempunyai arti benar adalah salah satu dari empat sifat Rasulullah SAW. Tidak hanya dalam ucapannya saja yang benar tapi juga perbuatannya ikut benar. Perbuatan sejalan dengan ucapan. Lain halnya dengan pemimpin sekarang, hanya kata-katanya yang manis, namun perbuatannya tidak, namun tidak semua pemimpin seperti itu yah, saya yakin masih ada pemimpin yang baik.

  1. Amanah

Mempunyai arti benar-benar bisa dipercaya. Jika suatu urusan diserahkan kepada pemimpin yang amanah niscaya urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Contohnya, Rasulullah SAW mendapatkan gelar “Al-Amin” oleh penduduk Makkah, yang artinya terpercaya.

  1. Tabligh

Artinya menyampaikan. Tabligh sendiri dapat berupa menyampaikan informasi. Misalnya, di Negeri kita Indonesia sedang mengalami pembatasan BBM. Rakyat harus tahu apa penyebabnya sehingga BBM harus dibatasi, sepenting apapun kepentingan negara, pemimpin harus berani menyampaikan permasalahannya kepada rakyat. Bahkan Rasulullah SAW sendiri melarang kepada pemimpin untuk menutup dirinya saat diperlukan rakyat. Rasulullah SAW bersabda :

”Tidaklah seorang pemimpin atau pemerintah yang menutup pintunya terhadap kebutuhan, hajat, kemiskinan kecuali Allah akan menutup pintu-pintu langit terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinannya.” (Riwayat Imam Ahmad dan At-Tirmidzi).

  1. Fathonah

Ialah cerdas. Mustahil seorang yang bodoh bisa menjadi pemimpin. Pemimpin sudah jelas harus mempunyai wawasan yang luas, agar bisa menyelesaikan setiap permasalahan rakyatnya. Rasulullah SAW mampu mengatur umatnya dari bangsa yang bodoh dan terpecah belah menjadi bangsa yang berbudaya dan berpengetahuan.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s