Tags

, , , ,

gambar

“Amanah itu ada pada pundak seseorang, dan seseorang itu harus mampu dan dialah yang dinamakan pemimpin”

Seorang pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya. Dalam hal apa pun itu, dalam konteks sekecil apa pun. Seseorang adalah pemimpin bagi dirinya sendiri, bahkan kalo saya sama temen-temen mau jalan-jalan, harus ada pemimpin dalam perjalanannya. Tujuannya biar satu suara. Bisa berabe kalo jalan-jalan gak ada yang jadi panutan, nanti malah pergi masing-masing.  Tapi bukan berarti harus ada pemilihan pemimpin jalan-jalan (ini sih lebay banget (“-__-) !!!!) karena pada hakikatnya pemimpin itu akan lahir dengan sendirinya. Begitulah ajaran yang bijak menyebutkan tentang pemimpin.

Seorang pemimpin harus memiliki jiwa kepemimpinan yang kompeten dan berwawasan. Dia harus pandai dalam memenage seluruh sumber daya yang ada dalam naungan kepemimpinannya. Misalkan, dalam organisasi kemahasiswaan, dia harus memposisikan sumber daya yang tepat pada porsi yang benar. Contoh kecilnya, ketika melihat seseorang yang mempunyai kemampuan dalam negosiasi maka ia dapat ditempatkan sebagai bagain public relation yang selalu berurusan dengan public.

Kompetensi seorang pemimpin dapat dilihat dari track record kapasitas intelektualnya. Serta sepak terjang yang dia lakukan dalam memecahkan persoalan –persoalan yang timbul. Seorang pemimpin memandang sebuah konflik merupakan sebuah dinamika dalam sebuah organisasi, bukan untuk dihindari namun sebaiknya menjadikan konflik tersebut sebagai ramuan yang dinamakan situmulus sehingga akan terlihat dinamika yang terjadi. Dan itulah seni yang ada dalam sebuah organisasi, dan seorang pemimpin memahami hal itu sebagaui wadah pendewasaan dalam berorganisasi.

Seorang pemimpin harus mempunyai landasan nilai dan intergritas moral yang kokoh. Seorang pemimpin akan menjadi qudwah  atau panutan dalam setiap apa yang diucapkannya serta dalam segala tindakan yang dilakukan. Oleh karena itu seorang pemimpin tidak hanya berkicau saja, tanpa  ada sebuah langkah nyata yang diwujudkan, melainkan ia memberikan contoh atau suri teladan yang baik bagi yang dipimpinnya.

Seorang pemimpin adalah visioner, yaitu memiliki sebuah cita-cita yang tinggi dalam pendangan startegis kedepan. Dia mempunyai geliat mimpi yang akan menjadi sumber motivasi dalam kinerjanya. Kenapa seorang pemimpin harus mempunyai motivasi ? karena mimpi merupakan tahapan awal seseorang dalam menginginkan sesuatu. Dan mimpi tersebut akan berubah menjadi visi yang nantinya akan dibuat dalam program-program yang akan mewujudkan cita-citanya.

Seorang pemimpin merupakan seorang yang harus memiliki kedekatan dengan Tuhan-Nya. Sehingga apa yang dia ucapkan dan lakukan sesuai dengan yang Tuhan perintahkan. Karena sejatinya, pemimpin adalah wakil tuhan dibumi ini. Manusia dicipatkan ke bumi ini sebagai khalifah atau pemimpin dimuka bumi ini. Dan sebagai amanah tersebut manusia diwajibkan untuk selalu dekat dengan Tuhan-Nya, untuk mengabdi dan beribadah kepada-Nya. Dan seorang pemimpin memahami tentang hubungan vertical tang terjalin antara manusia dengan Tuhan-Nya.

“Seorang pemimpin adalah ? seorang pemimpin harus ? seorang pemimpin merupakan ? “ 

sebenrnya masih banyak pandangan mengenai sesosok pemimpin yang ideal. Berikut diatas adalah sedikit pemaparan tentang seorang pemimpin harusnya seperti apa, salah satu point penting dari pemaparan diatas adalah ‘Pemimpin adalah wakil Tuhan-Nya’. Jadi sudah jelas, pemimpin itu harus tau masalah agama, karena apa yang diperintahkan, apa yang dilakukan sesuai dengan ajaran yang telah Tuhan perintahkan. Sumbernya Al-Qur’an dan Hadist, wahhhhhh !!!! keren pemimpin yang seperti ini. Karena pada hakikatnya apa yang manusia lakukan di dunia ini sudah ada panduannya dalam Al-Qur’an.

Nah, dalam Islam sendiri sudah ada aturan-aturan yang berkaitan tentang pemimpin yang baik, diantaranya :

  • Beriman Dan Beramal Shaleh

Sudah pasti yang namanya pemimpin harus beriman, orang yang beriman tau mana yang benar dan mana yang salah. Banyak pemimpin yang korupsi (dinegara kita sih juga bejibun) factor pentingnya karena mereka (para pemimpin yang korupsi) kurang dekat dengan Tuhan-Nya. Mereka tidak bodoh, pinter malah, tapi sangking pinternya duit rakyat diembat juga. Jadi beriman adalah point utama seorang pemimpin. Padahal juga udah jelas tertulis dalam pancasila pada sila pertama yaitu, ketuhanan yang maha esa. Dan sudah tertulis juga dalam lagu kebangsaan Indonesia ‘bangunlah jiwanya, bangunlah badannya ….”. bangun lah jiwanya dulu baru badannya, jadi sudah jelas. Kedekatan dengan Tuhan adalah kriteria seorang pemimpin.

  • Hendaklah saat menerima suatu tanggung jawab, dilandasi dengan niat sesuai dengan apa yang telah Allah perintahkan. Karena suatu amalan itu bergantung pada niatnya, itu semua telah ditulis dalam H.R bukhari-muslim Dari Amīr al-Mu’minīn, Abū Hafsh ‘Umar bin al-Khaththāb r.a, dia menjelaskan bahwa dia mendengar Rasulullah s.a.w bersabda:

“Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan     sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena urusan dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya tersebut”

Karena itu hendaklah menjadi seorang pemimpin hanya karena mencari keridhoan ALLAH saja dan sesungguhnya kepemimpinan atau jabatan adalah tanggung jawab dan beban, bukan kesempatan dan kemuliaan.

  • Mensehati Rakyat

Rasulullah bersabda,

  ”Tidaklah seorang pemimpin yang memegang urusan kaum Muslimin lalu ia tidak bersungguh-sungguh dan tidak menasehati mereka, kecuali pemimpin itu tidak akan masuk surga bersama mereka (rakyatnya).”

  • Tegas

ini merupakan sikap seorang pemimpin yang selalu di idam-idamkan oleh rakyatnya. Tegas bukan berarti otoriter, tapi tegas maksudnya adalah yang benar katakan benar dan yang salah katakan salah serta melaksanakan aturan hukum yang sesuai dengan Allah, SWT dan rasulnya.

Masih banyak kriteria pemimpin yang baik dalam presfektif Islam, selain point-point diatas seorang pemimpin baik bila dia memiliki sifat sama hal nya dengan sifat yang dimiliki oleh Rasulullah S.A.W. yaitu, Shidiq, Amanah, Tabligh Dan Fathonah.

Bila seorang pemimpin itu shidiq atau Jujur maka diIndonesia ini udah ga butuh lagi KPK, karena jujur itu membawa ketenangan, membawa kedamaian, bahkan setiap manusia diharuskan jujur meskipun itu menyakitkan. Tabligh  adalah menyampaikan, dapat berupa seperti menyampaikan informasi. Selain menyampaikan juga seorang pemimpin tidak boleh menutup diri saat diperlukan rakyatnya, karena Rasulullah bersabda :

”Tidaklah seorang pemimpin atau pemerintah yang menutup pintunya terhadap kebutuhan, hajat,  kemiskinan kecuali Allah akan menutup pintu-pintu langit terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinannya.” (Riwayat Imam Ahmad dan At-Tirmidzi).

Amanah berarti dapat dipercaya. Rasulullah bersabda :

”Jika seorang pemimpin menyebarkan keraguan dalam masyarakat, ia akan merusak mereka.” (Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Al-hakim).

Fatonah ialah cerdas, (bukan Ahmad fatonah loh (“._.). seorang pemimpin juga harus cerdas, harus mempunyai wawasan luas karena kalo pemimpin tidak cerdas maka dia ga akan bisa menyelesaikan masalah rakyatnya dan dia tidak bisa memajukan apa yang dipimpinnya.

Setelah kita mengetahui sebagain ciri-ciri yang idela bahkan sesuai dengan yang Islam anjurkan, mari kita memilih dan membuat diri kita mendekati bahkan jika bisa (dan pasti bisa) menjadi seperti ciri-ciri pemimpin yang sudah disebutkan diatas karena kita merupakan mahasiswa dan penerus bangsa. Masih banyak pendangan mengenai seorang pemimpin, yang sudah dipaparkan diatas hanyalah sebagain saja.

#Mari kita menjadi salah satu perwakilan Allah 

About these ads